Minggu, 10 Juli 2011

jawaban take home tugas teknologi bahan

1.Keunggulan dan Kelemahan Beton untuk Bahan Konstruksi
Keunggulan Beton untuk Bahan Konstruksi :
a.Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi
b.Mampu memikul beban yang berat
c.Tahan terhadap temperatur yang tinggi
d.Biaya perawatan rendah
e.Tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh konsisi alam
Kelemahan Beton untuk Bahan Konstruksi :
a.Bentuk yang telah dibuat sulit untuk diubah
b.Lemah terhadap kuat tarik
c.Mempunyai bobot yang kuat
d.Daya pantul suara yang besar
e.Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
2.Syarat sebuah agregat halus (pasir) harus memenuhi persyaratan beton, yaitu :
Agregat yang lolos dari saringan 5 mm.
Dapat berupa pasir alami sebagai hasil desentegrasi alami dari batuan-batuan dan
pasir buatan dengan alat pemecah.
Terdiri dari butiran tajam dan keras, serta bersifat kekal (tidak boleh pecah atau
hancur dari pengaruh cuaca seperti sinar matahari atau hujan).
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat kering.
Tidak mengandung bahan organik
Agregat dari pasir laut tidak digunakan untuk semua mutu beton, kecuali dengan
petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan yang diakui (PBI 71 Pasal 3 ayat 1 – 6).
Komposisi campuran beton pada unsure beton basah yang biasa dipakai dengan
perbandingan 1 semen : 1,5 pasir : 2,5 kerikil
(Untuk proporsi dari unsur pembentuk beton ini harus ditentukan sedemikian rupa
sehingga terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Kekentalan tertentu yang memudahkan adukan beton ditempatkan pada
cetkan/begisting dan kehalusan muka beton basah, yang ditentukan dari :
Volume pasta adukan
Keenceran pasta adukan
Perbandingan campuran agregat halus
b. Kekuatan rencana dan ketahanan pada kondisi beton setelah mengeras.
c. Ekonomis dan optimum dalam pemakaian semen.
Catatan : untuk tujuan menentukan proporsi bahan-bahan pembentuk beton
dikembangkan berbagai metode secara empiris berdasarkan hasil percobaan adukan
beton yang pernah dibuat oleh Technical Report no. 21, august 1977, United
Nation Concert Manual Indonesian Edition diterbitkan oleh Direktorat
Penyelidikan maslah bangunan.The American Concert Institute (ACI) dan Portland
Cement Assosiation (PCA) merupakan contoh badan-badan resmi yang mengembangkan
cara tertentu menetapkan proporsi unsure-unsur beton adalah empiris, maka di
dalam pembuatan beton bagi tingkat kekuatan tertentu selalu harus dibuat adukan
uji coba atau trial mix (hasil pemeriksaannya benda uji terpenuhi ketiga syarat
di atas).
Mendapatkan kekuatan lentur atau modulus rupture dari beton adalah dengan
campuran mix design agregat cement dan tambahan bahan seperti wire sehingga
tercapai beton yang lentur
3.Teknologi pembuatan beton mutu tinggi dengan cara precast yaitu dengan mutu beton
k > 350 kg/cm2
4.Penggunaan beton precast yaitu
Beton tiang pancang untuk pondasi bangunan gedung bertingkat
Beton pratekan (freyssinet) untuk memberi pratekanan pada beton melalui kabel
baja (tendon) yang ditarik pada jembatan beton prategang.

ma'af ini gambat beton pratekan (freyssinet) nggak da.... aq kira temen2 da tau
koq.....

Keterangan : Beton Precast (Beton Pratekan)
Beton pratekan yaitu memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon)
yang ditarik. Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang
insinyur Perancis, ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak, relaksasi dan
slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu
tinggi. Disamping ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system
penarikan yang baik, yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system
FREYSSINET.
Dengan demikian, Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru
sebagai tandingan dari struktur beton bertulang. Karena penampang beton tidak
pernah tertarik, maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dengan system
ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang
yang panjang. Beton Pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran
dengan sukses oleh FREYSSINET pada tahun 1993 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre
(Perancis). FREYSSINET sebagai bapak beton pratekan.

Tujuan Beton Precast (Beton Pratekan) yaitu Pemberian gaya pratekan adalah timbul
tegangan-tegangan awal yang berlawanan dengan tegangan-tegangan yang oleh
beban-beban kerja. Dengan demikian konstruksi dapat memikul beban yang lebih besar
tanpa merubah mutu betonnya.

Untung/ rugi dibandingkan beton bertulang, antara lain :
Dapat dipakai pada bentang-bentang yang besar
Bentuknya langsing, berat sendiri lebih kecil, lendutan lebih kecil
Hanya dapat memikul beban dalam satu arah,kurang cocok untuk pembebanan bolak
balik Beton mutu tinggi, tidak mudah retak, lebih aman/ tahan terhadap pengaruh
cuaca sehingga bahaya karatan dari baja oleh merembesnya air atau uap-uap korosif
dapat dibatasi Lebih ekonomis apabila dipakai pada bentang-bentang yang besar
Diperhitungkan alat-alat pelengkap (dongkrak, jangkar, pipa pembungkus, alat untuk
memompa martel, dan lain-lain) dan juga diperlukan pengawasan pelaksanaan yang
ketat.

BETON
Untuk beton pratekan diperlukan mutu beton yang tinggi (min K-300) karena
mempunyai sifat penyusutan dan rangkak yang rendah, mempunyai modulus elastisitas
dan modulus tekan yang tinggi serta dapat menerima tegangan yang lebih besar.
Sifat-sifat ini sangat penting untuk menghindarkan kehilangan tegangan yang cukup
besar akibat sifat-sifat beton tersebut
Pada beton bertulang biasa berlaku ketentuan dalam PBI 71 dimana modulus
elastisitas (Ebo) beton dihubungkan dengan pembebanan yang cepat.
Pada beton pratekan, pembebanan oleh gaya prestress berlangsung lama maka dipakai
modulus sekam (Eb)
Dimana menurut ACI : Eb= 1.800.000 + 500 T’bk (PSi Pound per Square Inchi).

BAJA
Untuk beton pratekan digunakan baja bermutu tinggi kehilangan-kehilangan tegangan
yang diakibatkan oleh sifat-sifat baja dapat diperkecil.
CARA PEMBERIAN TEGANGAN
Pretentioning : kabel ditarik dulu sebelum dicor
Post Tentioning : kabel ditarik setelah beton cukup keras
Pemberian pra tegangan bias penuh (full prestressing) atau sebagian saja (partial
prestressing).
- Full Prestressing : tidak boleh ada bagian tarik
- Partially Presstressing : boleh ada bagian tarik

KEHILANGAN PRATEGANGAN
1. Sehubungan dengan sifat-sifat baja:
Akibat penggelinciran pada waktu dongkrak dilepaskan
Akibat gesekan :
- Dalam dongkrakan sendiri
- Pada unit penjangkaran (tepi dongkrak)
- Gesekan kabel dengan dinding pembungkus
Akibat rangkak
2. Sehubungan dengan sifat-sifat beton :
Akibat elastisitas beton
Akibat rangkak dan susut dari beton
3. Akibat perubahan bentuk kronstruksi (Lenturan)
System prestensioning 18%
System Post tensioning 15%

PEMERIKSAAN TEGANGAN-TEGANGAN PADA PENAMPANG MELINTANG
  Untuk memeriksa tegngan-tegangan yang terjadi diserat atas dan bawah pada suatu
penampang yang mana telah diketahui dimensinya, besarnya gaya prategang, awal dan
transfer, letaknya kabel, serta besarnya momen lentur yang bekerja, maka perlu
ditinjau beberapa keadaan antara lain :
Keadaan awal
- super posisi :
a). Tegangan-tegangan akibat gaya prestesing awal
b). Tegangan akibat berat sendiri
setelah kehilangan tegangan
Super posisi
Setelah beban luar bekerja
Tegangan akibat beben luar

PEMERIKSAAN TEGANGAN PADA KOMPOSIT
Tegangan-tagangan yang harus ditinjau dalam beberapa keadaan :
Keadaan awal penampang precast
- tegangan akibat gaya prestress akhir
- tegangan akibat berat sendiri
setelah kehilangan tegangan (penampang precast)
- Tegangan akibat gaya prestress akhir
- Tegagan akibat berat sendiri precest
Setelah beton dicor (penampang precast)
- Tegangan akibat gaya prestress akhir
- Tegangan akibat berat sendiri precast + cast in place
Setelah beban luar bekerja (penampang komposit)
- Tegangan akibat beban luar
- Tegangan-tegangan akhir
Rumus tegangan beton pada level tendon di penampang tengah bentang
adalah :
fcs = (- Pi/Ac * ( 1 + e2/r2)) + (MD.e/Ic)
dimana :
fcs : Tegangan beton pada level baja akibat gaya pra-tegang awal
e : Tendon mempunyai eksentrisitas (e) di tengah bentang
MD : Momen akibat beban sendiri
Pi : Gaya prategang awal

DAERAH AMAN UNTUK JALANNYA KABEL
Analisa penampang memanjang :
Akibat dari gaya prategang baja mengalami tarikan, akibatnya beton mengalami
tekanan yang besarnya sama dengan tarikan P = D. Sebelum beban luar bekerja,
resultante gaya tarik pada baja dan resultante gaya tekan pada beton berhimpit
yaitu pada titik berat baja. Setelah beban luar bekerja (beban vertical), berarti
ada momen postif akibat beban luar tersebut maka pada setiap penampang timbul momen
perlawanan yang berasal dari momen kopel antara P dan D. Letak garis kerja P tetap,
sedangkan letak garis D berubah-ubah sesuai dengan besarnya kopel yang timbul.
5.Spesifikasi beton diisyaratkan mutu beton fc’-250 kg/cm2 dalam pelaksanaan di duga
syarat tersebut tidak dipenuhi.
Jadi cara pembuktiannya bahwa syarat tersebut dipenuhi sebagai berikut :
Beton dapat dikerjakan dengan baik.
Tidak terjadi pemisahan agregat kasar dari adukan beton.
Mutu beton yang diisyartkan tetap terpenuhi.
Jadi cara pembuktiannya bahwa syarat tersebut tidak dipenuhi Apabila butiran kasar
terpisah dari capuran beton segar selama transportasi pengecoran,
penggetaran/pemadatan beton maka dihasilkan beton yang kurang baik mutunya.
Peristiwa ini disebut segregasi dan bleeding, terjadi kantung-kantung batu menjadi
lemah, permeable dan kurang awet.
Segregasi kemungkinan besar pada kondisi-kondisi berikut ini :
Campuran kurang semen
Campuran basah
Campuran kurang pasir
Adanya besar butiran maksimum dari agregat
Agregat kasar tidak mempunyai kubus
Agregat yang digunakan terlalu ringan atau berat
Gradasi agregat yang kurang baik
Transportasi dan pengecoran yang kurang baik.s

Sabtu, 02 Juli 2011

MTS SIM 2011

1. M Alimin S.
alimin_tya@yahoo.com

2. Lalu Hardi Wijaya
la_hardy79@yahoo.com

3. Nurman fahrudin
soemdaboribo.99@gmail.com

4. Purwanto Joko Astriyo
astriyo_boy@yahoo.co.id

5. Muh Syakarudin
***

6. Sudarni
bianisaa@yahoo.com

7. indra rulianti
ruliyanti_pbl@yahoo.com

8. Andria Hidayati
aandj_s03@yahoo.com

9. Dudy Chahyadi
dudy_rgr@yahoo.co.id

Rabu, 25 Mei 2011

RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI IAIN WALISONGO SEMARANG

RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
DI IAIN WALISONGO SEMARAMG

PENDAHULUAN
IAIN WALISONGO sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan corak khusus agama Islam, telah meniti sejarah yang panjang. IAIN Walisongo mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara kelembagaan, penyelenggaraan system pendidikan, jumlah dan mutu alumninya, maupun jangkauan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, negara dan agama.
Pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas memiliki posisi yang sangat strategis. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yakni menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian (PP.60-1999),. Tantangan kedepan berupa persaingan di dalam negeri maupun global, menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas guna menghadapi persaingan dipasar kerja.
IAIN Walisongo Semarang pada saat ini telah memiliki 4 (empat) Fakultas , meliputi Fakultas Dakwah, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushulludin, dan pasca sarjana tersebar di 3 (tiga) lokasi Kampus yang terpisah,
Ø Kampus I, seluas 20,715 m2
Ø Kampus II, dengan luas 69,880 m2 dan
Ø Kampus III, dengan luas 99,617 m2
Dari beberapa hal tersebut di atas maka IAIN Walisongo perlu mempersiapkan mengadakan perencanaan serta pengembangan dalam rangka memenuhi harapan yang telah direncanakan. Beberapa hal yang harus di kembangkan atau di sempurnakan antara lain pengembangan di bidang sarana prasarana baik gedung perkuliahan dan perkantoran,pelayanan di bidang akademik dan kemahasiswaan dan bidang administrasi kepegawaian.




STUDI PUSTAKA
Dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas memiliki posisi yang sangat strategis. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yakni menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian maka perlu pembenahan di segala lini diantaranya adalah :
Di bidang akademik dan kemahasiswaan .
Sarana dan prasarana
Administrasi dan kepegawaian
LAYANAN DI BAGIAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN
Bidang ini meliputi pendaftaran mahasiswa baru , pendaftaran matakuliah wisuda sarjana, pengukuhan guru besar dan lainya .
Sebagai lembaga Perguruan Tinggi, IAIN Walisongo telah dilengkapi sistem layanan dengan teknologi informasi, yaitu dikenal dengan istilah Sistem Informasi Tepadu, yang terdiri dari :
SIA (Sistem Informasi Akademik) untuk pelayanan akademik
SIK (Sistem Informasi Kepegawaian )
Sistem Informasi Inventaris barang Rumah Tangga
Sistem Informasi Realisasi Anggaran
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) .
Sistem Informasi Akademik adalah sistem jaringan terpadu yang menghubungkan bagian registrasi dengan fakultas memberikan pelayanan kepada mahasiswa mengenai masalah akademik kemahasiswaan. Sub bagian registrasi yang langsung berhadapan dengan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan kepada mahasiswa telah mempergunakan Sistem Informasi Akademik (SIA) untuk mempermudah pekerjaannya. Hal ini karena dalam program SIA tersedia beberapa fasilitas/menu yang dapat menujang pelayanan tersebut. Diantara fasilitas/menu yang terdapat dalam program SIA yang biasa digunakan oleh bagian registrasi adalah sebagai berikut :
Menu Her-registrasi, yang terdiri dari :
Her-registrasi mahasiswa.
Fasilitas ini digunakan untuk mencari data mahasiswa IAIN Walisongo secara umum dengan menggunakan kata kunci NAMA dan NIM.
Pemeriksaan slip SPP untuk FRS on-line
Pada fasilitas ini bagi mahasiswa yang sudah membayar SPP pada tiap awal semesternya dapat diregistrasikan sehingga mahasiswa tersebut dapat melakukan pendaftaran mata kuliah secara on-line.
Status mahasiswa (AKTIF, LULUS, DO, CUTI)
Fasilitas status mahasiswa digunakan untuk memberikan keterangan bahwa mahasiswa yang dimaksud masih aktif atau cuti, juga mahasiswa tersebut sudah lulus atau DO.
Menu Pendaftaran, terdiri atas :
Pendaftaran calon mahasiswa baru.
Pada saat pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) menu ini digunakan untuk entry data calon mahasiswa baru.
Edit data mahasiswa baru.
Bagian edit data mahasiswa baru ini digunakan apabila pada data awal terdapat kekeliruan yang harus diperbaiki atau juga untuk menambah data base pada calon mahasiswa baru
Menu Penetapan NIM Mahasiswa Baru, terdiri dari :
Pengisian nilai dan penetapan calon mahasiswa baru yang diterima
Pengisian nilai dan penetapan calon mahasiswa baru sesuai dengan fakultas dan program studi yang diterima
Pemberian NIM mahasiswa baru.
Setelah mahasiswa ditetapkan sesuai dengan program studinya masing-masing kemudian diberi NIM secara otomatis dengan menggunakan menu ini.
Keberhasilan pelayanan registrasi seperti yang digambarkan di atas, sangat berpengaruh dan berkaitan dengan pelayanan kemahasiswaan di bagian fakultas seperti pembuatan jadwal kuliah, penawaran mata kuliah, penetapan mata kuliah, proses KRS (on-line), daftar kelas tetap, absensi, jadwal ujian hingga nilai semester kini (HSS) dan transkrip nilai.
Sejak tahun akademik 2006-2007 pada semester genap, mahasiswa IAIN telah diupayakan untuk melakukan layanan akademik secara mandiri, dalam pengertian bahwa mahasiswa mampu melakukan aktivitas akademik yaitu pendaftaran mata kuliah, proses batal tambah, akses informasi akademik baik itu menyangkut HSS maupun KRS, transkrip dan jadwal kuliah. untuk itu perlu kesiapan perguruan tinggi dengan segala perangkatnya termasuk yang utama adalah tenaga pegawai sebagai penggerak utama aktifitas pelayanan akademik .

BIDANG SARANA PRASARANA GEDUNG PERKULIAHAN DAN PERKANTORAN

Dengan memperhatikan kondisi riil IAIN Walisongo ( yang diuraikan secara detail pada Buku Rencana Induk Pengembangan IAIN Walisongo (2001-2005), maka perlu disusun Rencana Pengembangan Fisik (RPF) dengan mengoptimalkan ketiga lokasi kampus tersebut diatas, serta pertimbangan tentang kendala keterbatasan dana pembangunan maupun pemeliharaan gedung yang dianggarkan tiap tahun, sehingga diperlukan pendekatan skala prioritas.
TUJUAN
Penyusunan Rencana Fisik (RPF) bertujuan untuk mewadahi berbagai kegiatan kampus baik yang bersifat Akademik, Administrasi maupun Sosial sehingga pengembangan fisik di dalam kampus dapat memenuhi berbagai aspek kehidupan yang akan menunjang pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Rencana Pengembangan Fisik merupakan pedoman untuk program mengimplementasi fisik secara berencana, bertahap dan berkesinambungan pada kurun waktu tertentu, dengan memperhatikan skala prioritas dan keterbatasan dana yang dianggarkan tiap tahun.
Penyusunan Rencana Pengembangan Fisik lebih difokuskan pada pemantapan dan penataan pada Kampus I, II dan III, dengan mengoptimalkan kapasitas tapak (lahan) yang telah dimiliki (dibebaskan) pada saat ini.
Dalam penyusunan Rencana Pengembangan Fisik digunakan metoda dekripsi analisis, berdasarkan data primer (hasil observasi lapangan) dan sekunder, khususnya Rencana Induk Pengembangan IAIN Walisongo (Rencana Startegis 2005-2010) yang telah ada.
Perencanaan mempertimbangkan letak geografis, kondisi topografi dan sarana –prasarana yang telah ada, serta memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, sehingga pengembangan kampus dimasa yang akan datang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan mencegah kemungkinan terjadinya kerusakan/kerugian lingkungan disekitar Kampus I, II, dan III






PEMANTAPAN LOKASI, TAPAK DAN KEADAAN TOPOGRAFI

LOKASI KAMPUS
Kampusi IAIN Walisongo pada saat ini berada di 3 lokasi :
KAMPUS I :
Dengan luas 20,715 m2 berada ditepi jalan raya Semarang - Jakarta; paling strategis dibandingkan Kampus II maupun Kampus III.
KAMPUS II :
Dengan luas 69.880 m2 berada diselatan Kampus I, di tepi jalan raya Semarang-Boja
KAMPUS III :
Dengan luas 99.617 m2 berada diselatan Kampus II, di tepi jalan raya Semarang – Boja
Pencapaian dari pusat kota Semarang ke Kampus I, paling dekat dan mudah (± 5 km dari pusat kota Semarang), karena berada di tepi jalan raya Semarang-Jakarta sedangkan pencapaian ke Kampus II dan Kampus III dapat menggunakan angkutan kota jalan Semarang - Boja, melalui jalan raya (menurut rencana dari Pemerintah Kota Semarang) yang akan dilebarkan.
Jalan raya Semarang – Boja pada saat ini sudah menghadapi kepadatan lalu-lintas yang sangat tinggi.
PEMILIKIAN TANAH
Tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki IAIN Walisongo adalah :
Ø Kampus I : 20.715 m2
Ø Kampus II : 69.880 m2
Ø Kampus III : 99.617 m2
Ø Komplek Asrama Mahasiswa : 10.015 m2
Jumlah Kepemilikan Tanah : 200.227 m2
Berdasarkan ijin prinsip dari Gubenur Jawa Tengah luas Kampus IAIN Walisongo keseluruhan adalah 880.000 m2.
Tanah yang telah dibebaskan dan dimiliki IAIN Walisongo masih jauh dari luas yang diijinkan oleh Gubenur Jawa Tengah. Hal ini terjadi karena sangat terbatasnya dana yang di anggarakan untuk pembebasan tanah, sehingga salah satu pendekatan pengembangan fisik adalah mengoptimalkan tanah/lahan yang pada saat ini telah dibebaskan/dimiliki.


KEADAAN TOPOGRAFI

Keadaan topografi pada 3 kampus sangat bervariasi, terutama pada Kampus II dan Kampus III
KAMPUS I
Kondisi topografi Kampus I relatif datar, dan seluruh bangunan Kampus I pada elevasi (peil) lebih tinggi dari lingkungan disekitarnya, sehingga bebas dari kemungkinan bencana banjir dan sanitasi Kampus I tidak mengalami kesulitan, karena keberadaan sanitasi kota yang mengalir di sisi selatan (belakang) Kampus.
KAMPUS II
Kampus II memiliki topografi sangat variatif kurang lebih 40 % memiliki kemiringan lebih dari 30° sehingga untuk mendirikan bangunan gedung diatasnya memerlukan pematangan tanah (site development) dan pembangunan talud pencegah longsor.
Dibagian tengah Kampus II merupakan lembah (lekukan) yang selama ini berfungsi untuk aliran air hujan dari arah barat ketimur dan dari arah selatan keuatara, bertemu di tengah, kemudian mengarah kesudut (timur laut) kearah lingkungan kampus. Pada bagian tersebut sangat rawan untuk mendirikan bangunan gedung di atasnya.
Tapak dengan kemiringan kurang dari 30° berada di belakang (disisir barat) dan atau tapak sehingga pembangunan gedung baru ditapak tersebut memerlukan pembangunan jalan, yang jalurnya diusahakan paralel/sejajar dengan garis topografi/kemiringan tanah.
KAMPUS III
Kampus III memiliki topografi dengan kemiringan lebih dari 30° disisi barat dan utara. Dibagian tersebut perlu perhatian untuk penghijauan guna konservasi lahan terhadap bahaya longsoran tanah
Pembangunan gedung baru masih dimungkinkan dilaksanakan pada bagian tapak yang masih terbuka, disisi belakang dan disamping dengan tetap memperhatikan perlunya penghijauan untuk konservasi lahan terhadap bahaya longsor (tanpa harus membangun talud yang harganya terlalu mahal)





TATA GUNA LAHAN DILOKASI DAN SEKITAR KAMPUS
KAMPUS I
Lokasi Kampus I berada di tepi jalan Raya Semarang – Jakarta, merupakan wilayah kota Semarang Barat, dengan peruntukan lahan campuran (perkantoran, perdagangan dan perumahan), relatif dekat dengan Bandara Ahmad Yani maupun pusat kota Semarang.
Kegiatan di Kampus I lebih bersifat administratif institut dan penunjang, meliputi beberapa bangunan.
1. Kantor Rektorat : 1.800 m2
2. Joglo Sekretariat I : 400 m2
3. Kantor Sekretariat II : 800 m2
4. Gedung A : 540 m2
5. Gedung B : 540 m2
6. Gedung C : 828 m2
7. Gedung Aula I : 1.000 m2
8. Poliklinik : 140 m2
9. Koperasi : 112 m2
10. Masjid : 280 m2
11. Rumah Dinas Rektorat : 250 m2
12. Wisma Pendidikan : 1.365 m2
13. Garasi : 128 m2
14. Tempat Parkir : 147 m2
15. Lapangan Tenis : 1.330 m2
16. Pos Jaga satpam : 17 m2
17. Sumur Artetis : 12 m2
Jumlah : 9.698 m2
Dengan luas lahan/aspek Kampus I 20.715 m2, maka tingkat kepadatan bangunan di Kampus I sudah cukup tinggi sehingga dimasa yang akan datang, diharapkan tidak ada penambahan/pembangunan gedung baru yang akan menambah tingkat kepadatan bangunan.
Pembangunan gedung baru di Kampus I dapat dilaksanakan dengan mengoptimalkan lahan/tapak yang telah ada, dengan cara (antara lain) :
1. Membongkar bangunan yang telah ada, dalam kondisi sudah tidak layak/kurang memandai/tidak memenuhi persyaratan. Beberapa bangunan gedung yang dapat dibongkar adalah : Poliklinik, Koperasi, Garasi (carport di samping gedung Rektorat lama).
2. Membangun gedung baru dan renovasi gedung yang telah ada di Kampus I diadakan pada pemantapan fungsi Kampus I sebagai :
2.a. Pusat kegiatan administrasi tingkat pusat (Institut)
2.b. Pemanfaatan sarana gedung yang telah ada (Aula, Wisma, Masjid, Rektorat Lama) untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
2.c. Persiapan sebagai sarana penyelenggaraan Pendidikan Program S3
KAMPUS II
Kegiatan di Kampus II meliputi kegiatan administratif dan akademik 2 fakultas (Tarbiyah dan Ushuludin), terdiri dari beberapa bangunan gedung :
1. Kantor Fakultas Ushuludin : 680 m2
2. Kantor Fakultas Tarbiyah : 500 m2
3. Kantor Fakultas Ushuludin (lama) : 220 m2
4. Perpustakaan Tarbiyah : 225 m2
3. Gedung Kuliah D : 960 m2
4. Gedung Kuliah E : 640 m2
5. Gedung Kuliah F : 480 m2
6. Gedung Kuliah K : 800 m2
7. Gedung kegiatan Mahasiswa (PKM) : 144 m2
3. Laboratorium Fakultas Tarbiyah : 500 m2
8. Sanggar Pramuka : 84 m2
9. Mushola : 85 m2
10. Sumur Artetis : 12 m2
11. Pos Satpam : 12 m2
Jumlah : 5.342 m2
Dengan luas lahan tapak Kampus II 69.880 m2 maka tingkat kepadatan bangunan di kampus II masih relatif rendah, masih ideal dan dimungkinkan untuk pembangunan gedung baru.
Pembangunan gedung baru di Kampus II perlu mempertimbangkan :
a. Tingkat kepadatan bangunan ideal adalah < 20 %
b. Memperhatikan adanya pengelompokan bangunan yang telah ada
c. Kondisi topografi Kampus II yang ± 20 % memiliki kemiringan lebih dari 30 %. Kondisi tersebut tidak memungkinkan didirikan bangunan ; pembangunan gedung baru memerlukan pematangan lahan (site development) dan pembangunan talud penahan longsor, yang pelaksanaannya akan membutuhkan biaya pembangunan mahal dan tinggi.
Lahan dengan kemiringan lebih dari 30° dipertahankan sebagai daerah/ruang terbuka dan taman yang sekaligus sebagai lahan konvervasi terhadap bahaya tanah longsor, terutama lahan di bagian tengah Kampus II (berupa lembah yang menampung lahan air hujan dari atas)
d. Mengoptimalkan tapak yang relatif datar untuk gedung baru. Lahan kampus II yang potensial untuk pembangunan gedung baru adalah :
d.1. Disisi barat (bagian belakang Kampus II) dengan kemiringan kurang dari 30° dan tidak berada di bawah jaringan listrik (SUTT) saluran udara tegangan tinggi.
d.2. Disisi utara dengan kemiringan kurang dari 30°, yang letaknya agak terpisah dengan gedung yang telah ada. Sehingga memerlukan pembangunan jalan ( dan prasarana lain : listrik, air, telepon) yang melingkar, paralel/sejajar dengan garis kemiringan tanah guna menghindari kemiringan jalan yang tajam/curam.
d.3. Disisi timur (bagian depan kampus II) dengan kemiringan kurang dari 30°, tetapi memiliki kendala luas lahan sangat terbatas dan berada di bawah jaringan listrik SUTT
d.4. Disisi tenggara (bagian depan kampus II) disamping gedung kantor Dekan Fakultas Tarbiyah.
e. Beberapa bangunan gedung lama yang sudah tidak memadai/kurang memenuhi persyaratan, sehingga dipertimbangkan untuk dibongkar antara lain : Mushola, parkir kendaraan roda 2, Perpustakaan, Sanggar Pramuka/Paguyuban Pencak Silat, Kantin KAMPUS III
Kegiatan di kampus III meliputi kegiatan administratif dan akademik 2 fakultas (Syariah dan Dakwah), Penunjang tingkat Institut dan Kemahasiswaan terdiri dari beberapa bangunan gedung 1. Perpustakaan I : 1.200 m2
2. Perpustakaan II : 1.560 m2
3. Aula II (Ruang Utama) : 1.320 m2
4. Aula II (Panggung) : 225 m2
5. Kantor Fakultas Syariah : 660 m2
6. Kantor Fakultas Dakwah : 660 m2
7. Gedung Kuliah G : 480 m2
8. Gedung Kuliah H : 480 m2
9. Gedung Kuliah I : 800 m2
10. Gedung Kuliah J : 480 m2
11. Gedung Kuliah L : 500 m2
12. Masjid : 289 m2
13. Pusat Kegiatan Mahasiswa I : 220 m2
14. Pusat Kegiatan Mahasiswa II : 400 m2
15. Laboratorium Dakwah : 800 m2
16. Gedung Ubinsa : 1.400 m2
17. Gedung Pasca Sarjana : 1.200 m2
18. Wartel : 84 m2
19. Pos Satpam : 18 m2
20. Koperasi Mahasiswa : 1.200 m2
21. Lapangan Sepak Bola : 7.700 m2
22. Sumur Artetis : 12 m2
Jumlah : 21.688 m2
Dengan luas lahan/tapak Kampus III 99,617 m2, maka tingkat kepadatan bangunan masih cukup ideal dan dimungkinkan untuk pembangunan gedung baru.
Pembangunan gedung baru di Kampus III perlu memperhatikan :
a. Tingkat kepadatan bangunan ideal adalah < 20 %
b. Memperhatikan adanya pengelompokan bangunan yang telah ada
c. Kondisi topografi dengan kemiringan lebih dari 30°, berada dibagian belakang (sisi barat) dan utara, tidak memungkinkan untuk didirikan bangunan baru, dan perlu penghijauan guna konservasi lahan terhadap bahaya tanah longsor.
d. Mengoptimalkan lahan (tapak) yang relatif datar untuk pembangunan gedung baru antara lain 1. disisi kiri gedung program pasca sarjana
.2. disisi barat laut (dibagian belakang gedung Dektorat Fakultas Syariah)
.3. disisi barat daya dan selatan disekitar lapangan sepak bola.


KONDISI DAN PEMANFAATAN BANGUNAN
KAMPUS I
Kondisi bangunan di kampus I sangat bervariasi, karena faktor usia bangunan dan perawatannya. Bangunan gedung yang telah berusia lebih dari 10 tahun adalah : Rektorat lama, Masijd, Rumah Dinas Rektorat, Gedung A, B, dan C, Poliklinik dan Koperasi.
Bangunan lahan kondisi kurang penataan adalah gedung A,B, dan C. Hal ini karena keterbatasan dana yang dianggarkan tiap tahun.
Bangunan gedung yang relatif masih baru dan dalam kondisi terawat adalah gedung Rektorat baru, Aula I dan Wisma Pendidikan.
Lokasi Kampus I yang sangat strategis, adalah potensi dan peluang dimana yang datang sehingga dapat dioptimalkan dengan memanfaatan beberapa gedung untuk pelayanan kepada masyarakat (di “komersial” kan).
Kampus I diarahkan untuk :
a. Kegiatan administratif tingkat pusat (institut)
b. Kegiatan pelayanan kepada masyarakat, dengan memanfaatkan gedung Rektorat lama, Masjid, Aula I dan Wisma Pendidikan (untuk kegiatan perumahan resepsi, pertemuan, seminar, penginapan/wisma, tamu dll.
Tingkat kebisingan yang tinggi selam 24 jam dalam sehari, menyebabkan letak Rumah Dinas Rektor kurang memadai/terganggu ketenangannya sebagai rumah tinggal) sehingga Rumah Dinas Rektor dimungkinkan direlokasi dan bangunan yang telah ada dimanfaatkan untuk wisma tamu menjadi satu kesatuan dengan wisma pendidikan yang berada di belakangnya.
KAMPUS II
Kondisi bangunan di kampus II cukup terawat dan semua dalam keadaan berfungsi dengan baik. Adapun beberapa bangunan yang kondisinya kurang terawat dan memerlukan perkantoran adalah : parkir roda 2, Mushola, Perpustakaan, Paguyuban Pencak Silat dan kantin.
Tapak pada bangunan Mushola dan parkir roda 2 dapat dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru yang lebih respenstatif. Bangunan Musholla dipindahkan ke tapak lain, tapak pada bangunan Paguyuban Pencak Silat & Kantin dapat di manfaatkan untuk pembangunan gedung baru, mengingat letaknya yang sangat strategis dan luas. Bangunan gedung perpustakaan sudah tidak memenuhi persyaratan, dapat dimungkinkan untuk dibongkar dan dipindahkan ke tapak yang lebih strategis dan representatif.
Kampus II diarahkan untuk :
a. Kegiatan administratif dan akademik 2 fakultas Tarbiyah dan Ushuludhin
b. Pembangunan gedung baru yang akan di laksanakan pada tahun angaran 2004 adalah 2 gedung PKM, untuk 2 Fakultas tersebut diatas.
c. Pembangunan gedung baru sebagai pengganti gedung lama yang sudah tidak presentatif adalah Gedung Perpustakaan dan Masjid.
d. Pembangunan gedung baru yang lain masih dimungkinkan, berada disisi utara dan barat laut
KAMPUS III
Kondisi bangunan di kampus III cukup terawat dan umur dalam kondisi berfungsi dengan baik.
Ada 2 bangunan gedung dalam kondisi kurang perawatan adalah gedung PKM, Kedua gedung tersebut kondisi struktur dan konstruksinya masih memenuhi persyaratan, dan perlu diperbaiki/renovasi.
Lahan disekitar lapangan sepak bola dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas olah raga lain, antara lain : lapangan basket, teknis dan volley
Kampus III diarahkan untuk :
a. Kegiatan administratif dan akademik 2 fakultas Syariah dan Dakwah
b. Pembangunan gedung baru yang segera akan dilaksanakan adalah : 2 gedung PKM untuk kedua fakultas tersebut diatas.
c. Pembangunan gedung baru masih dimungkinkan di sisi gedung program Pasca Sarjana, di sudut barat laut dan sudut barat kampus.

RENCANA PENGEMBANGAN
RENCANA ZONING KEGIATAN, LUAS TAPAK DAN BANGUNAN
ZONING KEGIATAN
Sesuai hasil analisis pada Bab II, maka rencana zoning kegiatan IAIN Walisongso adalah :
Kampus I
Kampus I akan difungsikan untuk :
a. Kegiatan Rektorat dan Administratif tingkat pusat (institut) dengan memanfaatkan bangunan gedung (disisi kiri/timur) :
a.1. Gedung Rektorat (3 lantai) : 1.800 m2
a.2. Gedung Sekretariat II (2 lantai): 800 m2
a.3. Gedung A dan B (2 lantai) : 1.080 m2 3.680 m2
b. Kegiatan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan gedung - gedung (disisi kanan/barat) :
b.1. Masjid : 280 m2
b.2. Joglo Sekretariat I : 400 m2
b.3. Aula I :1.000 m2
b.4. Wisma Pendidikan :1.365 m2(2 lantai)
b.5. Rumah Dinas Rektor dijadikan wisma tamu : 250 m2
b.6. Gedung C (2 lantai) : 828 m2 3.948 m2
Kampus II
Kampus II akan difungsikan untuk :
a. Kegiatan administratip dan akademik 2 fakultas (Tarbiyah dan Ushuludin) dengan bangunan gedung :
a.1. Kantor fakultas Tarbiyah (2 lantai) : 500 m2
a.2. Gedung Kuliah D (2 lantai) : 960 m2
a.3. Gedung Kuliah E (2 lantai) : 640 m2
a.4. Gedung Lab. Tarbiyah (2 lantai) : 500 m2
a.5. Kantor Fakultas Ushuludin (2 lantai) : 680 m2
a.6. Kantor Fak. Ushuludin (lama) : 220 m2
a.7. Gedung Kuliah F ( 2 lantai) : 480 m2
a.8. Gedung Kuliah K ( 2 lantai) : 800 m2 4.780 m2
b. Kegiatan penunjang, dengan sarana bangunan gedung-gedung :
b.1. Perpustakaan (direlokasi) gedung baru (3 lantai) : 1.000 m2
b.2. Musholla (direlokasi) gedung baru : 360 m2
b.3. PKM Fakultas Tarbiyah (2 lantai) : 500 m2
b.4. PKM Fakultas Ushuludin (2 lantai : 547 m2
B.5. Asrama Mahasiswa ( ma’had)
Kampus III
Kampus III akan difungsikan untuk :
a. Kegiatan administratif dan akademik 2 fakultas (Syariah dan Dakwah), dengan memanfaatkan bangunan gedung :
a.1. Kantor fakultas Syariah (2 lantai) : 660 m2
a.2. Gedung kuliah G (2 lantai) : 480 m2
a.3. Gedung kuliah H (2 lantai) : 480 m2
a.4. kantor fakultas Dakwah (2 lantai) : 660 m2
a.5. Gedung kuliah I (2 lantai) : 400 m2
a.6. Gedung kuliah J (2 lantai) : 480 m2
a.7. Gedung kuliah L (2 lantai) : 500 m2 3.660 m2
b. Kegiatan penunjang, dengan sarana gedung
b.1. Aula 2 : 1.545 m2
b.2. Masjid : 282 m2
b.3. Perpustakaan I (2 lantai) : 1.200 m2
b.4. Perpustakaan II (2 lantai) : 1.560 m2
b.4. Gedung Pasca sarjana (2 lantai) : 1.200 m2
b.5. Lapangan Olah Raga (sepakbola) : 7.700 m2
b.6. Pusat Kegiatan Mahasiswa I : 220 m2
b.7. Pusat Kegiatan Mahasiswa II (2 lt): 400 m2
b.7. PKM fakultas Syariah (2 lantai) : 500 m2
b.8. PKM fakultas Dakwah (2 lantai) : 500 m2
b.9. di bangun gedung planetarium
: 14.853 m2
GAMBARAN IMPLEMENTASI :
Pada tahun 2011 ini ada beberapa realisasi rencana pengembangan di beberapa sector misalnya :
Terkait dengan pelayanan akademik kemahasiswaan dilaksanakan pendaftaran mahasiswa baru secara on line yang pada pelaksanaanya bekerjasama dengan beberapa bank dan kantor pos di seluruh Indonesia di sector perbankan adalah bank BRI dan bank BTN sehingga calon mahasiswa cukup berproses di daerah masing masing .
Di bidang sarana prasarana akan dimulai pembangunan gedung planetarium dan kedepan dilaksanakan perombakan gedung baru yang di danai dari EDB. Disamping itu dilaksanakan pembebasan tanah yang akhirnya tembus jalan raya taman lele.


PENUTUP
Demikian makalah tugas yang dapat saya sajikan semoga ada manfaatnya khususnya bagi diri saya sendiri dan umumnya pada semua pembaca. Saya yakin masih jaud dari kekurangan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat saya harapkan trimakasish.
Dan khusus kepada bapak sumirin selaku dosen pengampu saya mengucapkan sangat berterima kasih atas segala sesuatu yang telah bapak berikan kepada kami .