Minggu, 10 Juli 2011

jawaban take home tugas teknologi bahan

1.Keunggulan dan Kelemahan Beton untuk Bahan Konstruksi
Keunggulan Beton untuk Bahan Konstruksi :
a.Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi
b.Mampu memikul beban yang berat
c.Tahan terhadap temperatur yang tinggi
d.Biaya perawatan rendah
e.Tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh konsisi alam
Kelemahan Beton untuk Bahan Konstruksi :
a.Bentuk yang telah dibuat sulit untuk diubah
b.Lemah terhadap kuat tarik
c.Mempunyai bobot yang kuat
d.Daya pantul suara yang besar
e.Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
2.Syarat sebuah agregat halus (pasir) harus memenuhi persyaratan beton, yaitu :
Agregat yang lolos dari saringan 5 mm.
Dapat berupa pasir alami sebagai hasil desentegrasi alami dari batuan-batuan dan
pasir buatan dengan alat pemecah.
Terdiri dari butiran tajam dan keras, serta bersifat kekal (tidak boleh pecah atau
hancur dari pengaruh cuaca seperti sinar matahari atau hujan).
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat kering.
Tidak mengandung bahan organik
Agregat dari pasir laut tidak digunakan untuk semua mutu beton, kecuali dengan
petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan yang diakui (PBI 71 Pasal 3 ayat 1 – 6).
Komposisi campuran beton pada unsure beton basah yang biasa dipakai dengan
perbandingan 1 semen : 1,5 pasir : 2,5 kerikil
(Untuk proporsi dari unsur pembentuk beton ini harus ditentukan sedemikian rupa
sehingga terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Kekentalan tertentu yang memudahkan adukan beton ditempatkan pada
cetkan/begisting dan kehalusan muka beton basah, yang ditentukan dari :
Volume pasta adukan
Keenceran pasta adukan
Perbandingan campuran agregat halus
b. Kekuatan rencana dan ketahanan pada kondisi beton setelah mengeras.
c. Ekonomis dan optimum dalam pemakaian semen.
Catatan : untuk tujuan menentukan proporsi bahan-bahan pembentuk beton
dikembangkan berbagai metode secara empiris berdasarkan hasil percobaan adukan
beton yang pernah dibuat oleh Technical Report no. 21, august 1977, United
Nation Concert Manual Indonesian Edition diterbitkan oleh Direktorat
Penyelidikan maslah bangunan.The American Concert Institute (ACI) dan Portland
Cement Assosiation (PCA) merupakan contoh badan-badan resmi yang mengembangkan
cara tertentu menetapkan proporsi unsure-unsur beton adalah empiris, maka di
dalam pembuatan beton bagi tingkat kekuatan tertentu selalu harus dibuat adukan
uji coba atau trial mix (hasil pemeriksaannya benda uji terpenuhi ketiga syarat
di atas).
Mendapatkan kekuatan lentur atau modulus rupture dari beton adalah dengan
campuran mix design agregat cement dan tambahan bahan seperti wire sehingga
tercapai beton yang lentur
3.Teknologi pembuatan beton mutu tinggi dengan cara precast yaitu dengan mutu beton
k > 350 kg/cm2
4.Penggunaan beton precast yaitu
Beton tiang pancang untuk pondasi bangunan gedung bertingkat
Beton pratekan (freyssinet) untuk memberi pratekanan pada beton melalui kabel
baja (tendon) yang ditarik pada jembatan beton prategang.

ma'af ini gambat beton pratekan (freyssinet) nggak da.... aq kira temen2 da tau
koq.....

Keterangan : Beton Precast (Beton Pratekan)
Beton pratekan yaitu memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon)
yang ditarik. Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang
insinyur Perancis, ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak, relaksasi dan
slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu
tinggi. Disamping ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system
penarikan yang baik, yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system
FREYSSINET.
Dengan demikian, Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru
sebagai tandingan dari struktur beton bertulang. Karena penampang beton tidak
pernah tertarik, maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dengan system
ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang
yang panjang. Beton Pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran
dengan sukses oleh FREYSSINET pada tahun 1993 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre
(Perancis). FREYSSINET sebagai bapak beton pratekan.

Tujuan Beton Precast (Beton Pratekan) yaitu Pemberian gaya pratekan adalah timbul
tegangan-tegangan awal yang berlawanan dengan tegangan-tegangan yang oleh
beban-beban kerja. Dengan demikian konstruksi dapat memikul beban yang lebih besar
tanpa merubah mutu betonnya.

Untung/ rugi dibandingkan beton bertulang, antara lain :
Dapat dipakai pada bentang-bentang yang besar
Bentuknya langsing, berat sendiri lebih kecil, lendutan lebih kecil
Hanya dapat memikul beban dalam satu arah,kurang cocok untuk pembebanan bolak
balik Beton mutu tinggi, tidak mudah retak, lebih aman/ tahan terhadap pengaruh
cuaca sehingga bahaya karatan dari baja oleh merembesnya air atau uap-uap korosif
dapat dibatasi Lebih ekonomis apabila dipakai pada bentang-bentang yang besar
Diperhitungkan alat-alat pelengkap (dongkrak, jangkar, pipa pembungkus, alat untuk
memompa martel, dan lain-lain) dan juga diperlukan pengawasan pelaksanaan yang
ketat.

BETON
Untuk beton pratekan diperlukan mutu beton yang tinggi (min K-300) karena
mempunyai sifat penyusutan dan rangkak yang rendah, mempunyai modulus elastisitas
dan modulus tekan yang tinggi serta dapat menerima tegangan yang lebih besar.
Sifat-sifat ini sangat penting untuk menghindarkan kehilangan tegangan yang cukup
besar akibat sifat-sifat beton tersebut
Pada beton bertulang biasa berlaku ketentuan dalam PBI 71 dimana modulus
elastisitas (Ebo) beton dihubungkan dengan pembebanan yang cepat.
Pada beton pratekan, pembebanan oleh gaya prestress berlangsung lama maka dipakai
modulus sekam (Eb)
Dimana menurut ACI : Eb= 1.800.000 + 500 T’bk (PSi Pound per Square Inchi).

BAJA
Untuk beton pratekan digunakan baja bermutu tinggi kehilangan-kehilangan tegangan
yang diakibatkan oleh sifat-sifat baja dapat diperkecil.
CARA PEMBERIAN TEGANGAN
Pretentioning : kabel ditarik dulu sebelum dicor
Post Tentioning : kabel ditarik setelah beton cukup keras
Pemberian pra tegangan bias penuh (full prestressing) atau sebagian saja (partial
prestressing).
- Full Prestressing : tidak boleh ada bagian tarik
- Partially Presstressing : boleh ada bagian tarik

KEHILANGAN PRATEGANGAN
1. Sehubungan dengan sifat-sifat baja:
Akibat penggelinciran pada waktu dongkrak dilepaskan
Akibat gesekan :
- Dalam dongkrakan sendiri
- Pada unit penjangkaran (tepi dongkrak)
- Gesekan kabel dengan dinding pembungkus
Akibat rangkak
2. Sehubungan dengan sifat-sifat beton :
Akibat elastisitas beton
Akibat rangkak dan susut dari beton
3. Akibat perubahan bentuk kronstruksi (Lenturan)
System prestensioning 18%
System Post tensioning 15%

PEMERIKSAAN TEGANGAN-TEGANGAN PADA PENAMPANG MELINTANG
  Untuk memeriksa tegngan-tegangan yang terjadi diserat atas dan bawah pada suatu
penampang yang mana telah diketahui dimensinya, besarnya gaya prategang, awal dan
transfer, letaknya kabel, serta besarnya momen lentur yang bekerja, maka perlu
ditinjau beberapa keadaan antara lain :
Keadaan awal
- super posisi :
a). Tegangan-tegangan akibat gaya prestesing awal
b). Tegangan akibat berat sendiri
setelah kehilangan tegangan
Super posisi
Setelah beban luar bekerja
Tegangan akibat beben luar

PEMERIKSAAN TEGANGAN PADA KOMPOSIT
Tegangan-tagangan yang harus ditinjau dalam beberapa keadaan :
Keadaan awal penampang precast
- tegangan akibat gaya prestress akhir
- tegangan akibat berat sendiri
setelah kehilangan tegangan (penampang precast)
- Tegangan akibat gaya prestress akhir
- Tegagan akibat berat sendiri precest
Setelah beton dicor (penampang precast)
- Tegangan akibat gaya prestress akhir
- Tegangan akibat berat sendiri precast + cast in place
Setelah beban luar bekerja (penampang komposit)
- Tegangan akibat beban luar
- Tegangan-tegangan akhir
Rumus tegangan beton pada level tendon di penampang tengah bentang
adalah :
fcs = (- Pi/Ac * ( 1 + e2/r2)) + (MD.e/Ic)
dimana :
fcs : Tegangan beton pada level baja akibat gaya pra-tegang awal
e : Tendon mempunyai eksentrisitas (e) di tengah bentang
MD : Momen akibat beban sendiri
Pi : Gaya prategang awal

DAERAH AMAN UNTUK JALANNYA KABEL
Analisa penampang memanjang :
Akibat dari gaya prategang baja mengalami tarikan, akibatnya beton mengalami
tekanan yang besarnya sama dengan tarikan P = D. Sebelum beban luar bekerja,
resultante gaya tarik pada baja dan resultante gaya tekan pada beton berhimpit
yaitu pada titik berat baja. Setelah beban luar bekerja (beban vertical), berarti
ada momen postif akibat beban luar tersebut maka pada setiap penampang timbul momen
perlawanan yang berasal dari momen kopel antara P dan D. Letak garis kerja P tetap,
sedangkan letak garis D berubah-ubah sesuai dengan besarnya kopel yang timbul.
5.Spesifikasi beton diisyaratkan mutu beton fc’-250 kg/cm2 dalam pelaksanaan di duga
syarat tersebut tidak dipenuhi.
Jadi cara pembuktiannya bahwa syarat tersebut dipenuhi sebagai berikut :
Beton dapat dikerjakan dengan baik.
Tidak terjadi pemisahan agregat kasar dari adukan beton.
Mutu beton yang diisyartkan tetap terpenuhi.
Jadi cara pembuktiannya bahwa syarat tersebut tidak dipenuhi Apabila butiran kasar
terpisah dari capuran beton segar selama transportasi pengecoran,
penggetaran/pemadatan beton maka dihasilkan beton yang kurang baik mutunya.
Peristiwa ini disebut segregasi dan bleeding, terjadi kantung-kantung batu menjadi
lemah, permeable dan kurang awet.
Segregasi kemungkinan besar pada kondisi-kondisi berikut ini :
Campuran kurang semen
Campuran basah
Campuran kurang pasir
Adanya besar butiran maksimum dari agregat
Agregat kasar tidak mempunyai kubus
Agregat yang digunakan terlalu ringan atau berat
Gradasi agregat yang kurang baik
Transportasi dan pengecoran yang kurang baik.s

Sabtu, 02 Juli 2011

MTS SIM 2011

1. M Alimin S.
alimin_tya@yahoo.com

2. Lalu Hardi Wijaya
la_hardy79@yahoo.com

3. Nurman fahrudin
soemdaboribo.99@gmail.com

4. Purwanto Joko Astriyo
astriyo_boy@yahoo.co.id

5. Muh Syakarudin
***

6. Sudarni
bianisaa@yahoo.com

7. indra rulianti
ruliyanti_pbl@yahoo.com

8. Andria Hidayati
aandj_s03@yahoo.com

9. Dudy Chahyadi
dudy_rgr@yahoo.co.id